National Coremap | Home | Webmail | Kontak Kami | Buku Tamu
English Version
Diskusi
Links


Meta Data
Peta Kabupaten
Data Pokok Pembangunan Daerah
Perpustakaan
Video
Data Kepegawaian
Peraturan/Undang-Undang
Galeri Foto


Kegiatan
Kesehatan Karang
Sosial Ekonomi
CREEL
Riset Agenda Daerah
Pelatihan
 





Info Edukasi
LIPI Pusat Berikan Pendidikan Kebencanaan di Biak
05 Agustus 2008

Guna memetakan kemampuan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Biak Numfor dalam menghadapi bencana, maka Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mulai Rabu sampai Sabtu (16-26/7) kemarin melakukan pendidikan kebencanaan Community Preparedness (Compress) di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Compress merupakan program pendidikan siaga bencana gempa bumi dan tsunami berbasis ilmu pengetahuan.

Media Relations Officer Compress LIPI, Tri Wahyuni saat ditemui KPDE menjelaskan, pendidikan kebencanaan ini selain diberikan kepada masyarakat, juga diberikan kepada 25 pelajar SMA yang merupakan perwakilan dari SMA yang ada di Kabupaten Biak Numfor. Wahyuni berharap, perwakilan pelajar itu menularkan ilmu pengetahuan siaga bencana gempa dan tsunami itu kepada teman-temannya di sekolah.

Lanjut Wahyuni, masyarakat umum juga bisa mendapat pengetahuan siaga bencana gempa ini melalui pameran yang digelarnya di Halaman Kantor RRI Biak. Dalam pameran itu, menyajikan pesan-pesan dan permainan tentang kesiapsiagaan gempa dan tsunami. Disamping itu, kata Wahyuni, pihaknya juga melakukan simulasi pendidikan kebencanaan di Pantai Desa Anggraidi dan Parai yang melibatkan beberapa komponen terkait, diantaranya, TNI AL dan AD, SAR, BMG dan 1000 orang.

Dari pantauan KPDE Biak Numfor, pada hari terakhir pendidikan kebencanaan ini, digelar diskusi pengembangan Protap gempa bumi dan tsunami dengan mengambil tempat di Aula Satuan Radar 242 Biak. Selain instansi terkait, hadir dalam acara ini, Koordinator Pendidikan Publik dan Kesiapsiagaan Masyarakat LIPI Pusat, Del Afriadi Bustani, Bupati Biak Numfor yang saat itu masih dijabat Yusuf Melianus Maryen, S.Sos MM.

Dalam kesempatan ini, Bupati Biak Numfor menjelaskan, pihaknya tahun ini membangun jalan yang menghubungkan Ibdi Sup dengan Ibdi Pantai, selain untuk peningkatan akses transportasi, jalan itu bertujuan membuka akses penyelamatan jika sewaktu-waktu terjadi tsunami di Biak. Dengan jalan tembus itu, maka masyarakat yang tinggal di Ibdi Pantai dan sekitarnya bisa menyelamatkan diri menuju ke tempat yang lebih tinggi melalui jalan tersebut. “Ini sebenarnya yang terpenting, kenapa saya membangun jalan di Ibdi itu,” tandas Bupati.

Selain itu, Bupati Biak Numfor berharap, nantinya dibangun sebuah lapangan di tempat yang lebih tinggi, sehingga lapangan itu sebagai tempat evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi gempa tsunami di Biak, mengingat pada tahun 1996 lalu Biak pernah dihantam gempa tsunami. Bupati juga memiliki gagasan membangun bandara di daerah yang lebih tinggi. Pasalnya, Bandara Frans Kaisispo Biak berada di dekat pantai, jika ada tsunami maka bandara tersebut terendam air.

Jika kondisinya seperti itu, lanjut Bupati Biak Numfor, maka pihak luar yang hendak memberikan bantuan kepada korban akan mengalami kesulitan karena akses bandaranya terendam air. “Ini juga harus kita pikirkan bersama. Untuk itu, saya berharap diskusi ini dapat memberikan rekomendasi daerah mana yang layak untuk dibuka lapangan sebagai tempat evakuasi, sehingga daerah itu tidak boleh didirikan bangunan,” pinta Bupati  Biak Numfor. (danang sadana)

 

Sumber : http://www.biak.go.id/default.php?dir=news&file=detail&id=725

ARTIKEL LAINNYA

24 Mahasiswa PKL Di Coremap II Ditarik Kembali
On the Job Training
Pemprov Papua Ajak Warga Lestarikan Terumbu Karang
Coremap-LIPI Gelar Kontes Inovator Muda
Pemprov Papua Dapat Bantuan Rp. 1 Miliar dari Lembaga Donor

<< Kembali

(c) Coremap