National Coremap | Home | Webmail | Kontak Kami | Buku Tamu
English Version
Diskusi
Links


Meta Data
Peta Kabupaten
Data Pokok Pembangunan Daerah
Perpustakaan
Video
Data Kepegawaian
Peraturan/Undang-Undang
Galeri Foto


Kegiatan
Kesehatan Karang
Sosial Ekonomi
CREEL
Riset Agenda Daerah
Pelatihan
 
Deskripsi Wilayah
Demografi
Sosial Budaya
Ekonomi Bisnis
 Potensi Investasi
 Hasil Studi Kelayakan
 Pariwisata
 Perhubungan Darat
 Perhubungan Laut
 Perhubungan Udara
 Listrik
 Air Minum
 Pos dan Telekomunikasi
 Media Masa
Perikanan



Alat transportasi utama bagi masyarakat Raja Ampat adalah perahu/longboat.  Alat transportasi ini dengan gampang dijumpai di tiap-tiap kampung.  Di tiap kampung hampir semua kepala keluarga (KK) memiliki perahu dayung dan sebagian kecil memiliki fasilitas motor tempel atau katinting.  Selain untuk mengangkut penumpang, longboat ini juga difungsikan sebagai alat transportasi untuk menangkap ikan.

Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisai, berjarak 36 mil laut (67 km) dari Sorong dan untuk mencapainya hanya dapat menggunakan transportasi laut. Sebagai gambaran, dalam kondisi cuaca bagus dengan menggunakan speedboat  berkecepatan 30 knot, jarak sejauh ini rata-rata dapat dicapai dalam tempo 1,5 jam. 

Wilayah Kabupaten Raja Ampat sangat luas dan distrik-distrik yang ada tersebar dengan jarak yang cukup jauh dari Waisai.  Ibukota distrik terjauh dari Kota Waisai adalah ibukota Distrik Misool Timur Selatan (211 km) sedangkan yang terdekat adalah ibukota Distrik Waigeo Selatan (8 km).

Kabupaten Raja Ampat terdiri dari pulau-pulau dengan wilayah laut yang lebih luas dari daratan sehingga transportasi laut lebih menonjol bila dibandingkan dengan transportasi darat.  Transportasi laut sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Raja Ampat untuk bepergian dari kampung ke kampung, ke ibukota distrik atau ke ibukota kabupaten dan ke Sorong. Namun demikian alat transportasi laut ini, baik umum maupun pribadi, masih sangat terbatas, baik dalam jumlah maupun frekuensi pelayaran.

Untuk melayani kebutuhan masyarakat Raja Ampat akan alat transportasi ke Sorong dan beberapa daerah lainnya di Raja Ampat, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyediakan 2 buah kapal motor, yaitu KM. Fajar Nock dan KM. Raja Ampat 2.  Kapal-kapal ini berjenis kapal angkut barang dan penumpang dan beroperasi 2 kali dalam sebulan untuk KM. Raja Ampat 2, sedangkan Fajar Nock tergantung kebutuhan Pemda. 

Gambar : KM. Raja Ampat
Namun karena keterbatasan yang ada, rute kedua kapal ini tidak tetap.  Biasanya pihak perusahaan pelayaran terlebih dahulu mengumumkan, lewat RRI Sorong, daerah-daerah mana saja di Raja Ampat yang akan disinggahi kedua kapal ini. Disamping kapal motor yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, juga terdapat beberapa kapal motor kayu yang dimiliki oleh masyarakat/swasta, walaupun dengan ukuran yang lebih kecil seperti Kapal Labolo dan Gadis Mujur.  Kedua kapal ini lebih banyak melayani kampung-kampung di wilayah Misool dengan frekuensi seminggu 2 kali, kalau penumpang sedang banyak.
 
Kabupaten Raja Ampat termasuk jalur yang disinggahi kapal perintis yang menuju Ternate (Maluku Utara) dan Bitung (Sulawesi Utara).  Kapal perintis yang melewati Raja Ampat ini adalah KM. Kie Raha 1 dan KM. Kie Raha 2. Rute KM Kie Raha 1 dan 2 :

No
Nama Kapal
Rute (PP)
1 Kie Raha 1 Sorong Saonek* Kabare* Gebe Patani Banemo Mesa-mesa Weda Mafa Bisui Kayoa Gita Soasiu Ternate.
2 Kie Raha 2 Sorong Saonek* Fam* Gag* Gebe Gemia Paniti Bicol Buli Wayamu Lolasita Sobam Bere-bere Daruba Wayabula Ternate Bitung.

 Sumber:  Dinas Perhubungan Kota Sorong, 2006. 
 Keterangan * = Wilayah Kabupaten Raja Ampat.

Di Kabupaten Raja Ampat terdapat 4 buah pelabuhan laut yang tersebar di Saonek (Distrik Waigeo Selatan), Kabare (Distrik Waigeo Utara), Salafen (Distrik Misool), dan Sakabu (Distrik Samate) dan beberapa dermaga kecil yang tersebar di setiap distrik.  Pelabuhan-pelabuhan yang saat ini ada di Kabupaten Raja Ampat hanya merupakan dermaga sederhana, yang dibangun dengan konstruksi beton (Saonek, Kabare, dan Sakabu) tetapi sebagian besar merupakan dermaga kayu.

Gambar : Pelabuhan Saonek
Di semua ibukota distrik sudah terdapat dermaga kayu, walaupun kondisinya banyak yang rusak. Dermaga ini melayani arus barang dan penumpang terutama ke Kota Sorong, tujuan lainnya adalah ke Ternate dan Ambon, walaupun jumlahnya relatif kecil.

(c) Coremap